Tentang Digital Marketing Yang Perlu Kamu Tahu

Istilah digital marketing, semakin hari semakin sering terdengar dalam percakapan sehari-hari. Bukan hanya di perkantoran, tetapi di dalam masyarakat awam, istilah yang diartikan sebagai pemasaran digital pun sudah semakin nyaring gaungnya dan sering dilontarkan.

Mau tidak mau, dengan perubahan zaman yang mengarah kepada digitalisasi di banyak aspek kehidupan, pembahasan tentang pemasaran digital akan semakin umum. Bahkan, faktanya, banyak sekali anggota masyarakat, yang awam sekalipun, sebenarnya melakukan yang namanya digital marketing, meski terkadang tidak menyadari hal tersebut.

Salah satu contoh yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, penjual soto yang memasang reel di akun Instagramnya untuk mencoba menarik pembeli. Tindakannya termasuk dalam aktivitas yang masuk kategori digital marketing atau pemasaran secara digital karena menggunakan perangkat digital (smartphone) dan internet. Padahal, mungkin sang penjual soto tidak pernah mendapatkan pelatihan tentang pemasaran digital.

Namun, sebenarnya apa sih digital marketing itu? Kok bisa memasang reel di Instagram saja termasuk di dalamnya?

Definisi Digital Marketing

Terdapat banyak versi definisi digital marketing atau pemasaran digital. Sesuatu yang tidak mengherankan karena masing-masing ahli akan memakai kriteria dan metodenya sendiri.

Beberapa definisi yang patut diketahui adalah

1/
Digital marketing adalah kegiatan marketing (pemasaran) termasuk branding yang menggunakan berbagai media berbasis web seperti blog, web site, e-mail, adwords, ataupun jejaring sosial. Tentu saja digital marketing bukan hanya berbicara tentang marketing internet ~ Josua Tarigan dan Ridwan Sanjaya (2009)

2/
Digital Marketing adalah penggunaan internet dan penggunaan teknologi interaktif lain untuk membuat dan menghubungkan dialog antara perusahaan dan konsumen yang telah teridentifikasi ~ Coviello, Milley and Marcolin (2001:26)

3/
Digital marketing, also called online marketing, refers to all marketing efforts that occur on the internet. Businesses leverage digital channels such as search engines, social media, email, and other websites to connect with current and prospective customers. This also includes communication through text or multimedia messages ~ Hubspot

Terjemahan

Pemasaran digital, disebut juga pemasaran online, mengacu pada semua upaya pemasaran yang terjadi di internet. Bisnis memanfaatkan saluran digital seperti mesin pencari, media sosial, email, dan situs web lain untuk terhubung dengan pelanggan saat ini dan calon pelanggan. Ini juga mencakup komunikasi melalui pesan teks atau multimedia ~Hubspot

Belum ada konsensus resmi terkait definisi digital marketing dan hal tersebut tidak mengherankan. Masing-masing akan mendasarkan pandangannya pada keilmuan yang sangat mungkin berbeda-beda.

Jika definisi di atas terlalu njlimet dan memusingkan, mungkin definisi versi Wikipedia akan terasa lebih mudah dimengerti, yaitu

the component of marketing that uses the Internet and online-based digital technologies such as desktop computers, mobile phones, and other digital media and platforms to promote products and services

Dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai

komponen pemasaran yang menggunakan Internet dan teknologi digital berbasis online seperti komputer desktop, telepon seluler, dan media serta platform digital lainnya untuk mempromosikan produk dan layanan

Namun dari semua penjelasan, kalau ditarik kesimpulan, maka digital marketing pada dasarnya adalah pemasaran yang menggunakan perangkat digital dan internet.

Istilah lain digital marketing

Beberapa ahli juga menyebut digital marketing sebagai internet marketing. Hal itu berdasar pada pandangan bahwa pemasaran digital ini “harus” menggunakan “internet”.

Pandangan ini untuk memisahkan kegiatan pemasaran terdahulu, seperti TV, radio, dan billboard digital, tetapi tidak terkoneksi internet.

Namun, ada juga yang berpandangan bahwa semua perangkat digital, bahkan yang tidak menggunakan internet harus masuk dalam digital marketing.

Realitanya memang memusingkan. Dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, semakin susah melakukan perumusan karena dengan hadirnya Smart TV dan Android TV, batasan menjadi rancu. TV zaman sekarang pun bisa terhubung dengan internet, di sisi lain, komputer pun bisa menjadi TV.

Mengapa digital marketing penting di zaman sekarang?

Di era digital seperti sekarang, setiap orang hampir bisa dipastikan akan memiliki dua hal yang merupakan inti dari kegiatan digital marketing, yaitu perangkat komunikasi digital (ponsel cerdas, tablet, atau gawai lainnya) dan internet.

Keduanya bisa dikatakan sudah menjadi “kebutuhan” kehidupan manusia di zaman sekarang. Jarang sekali ditemukan manusia yang tidak memiliki atau menggunakan kedua hal tersebut dalam keseharian.

Semakin hari semakin banyak waktu yang dihabiskan manusia untuk menggunakan keduanya, baik untuk berkomunikasi, mencari hiburan, atau mencari pengetahuan.

Data seperti inilah yang menunjukkan betapa digital marketing sangat penting untuk dilakukan oleh para pelaku bisnis.

Para pengguna perangkat digital tersebut, masyarakat, adalah berisikan calon pembeli produk atau jasa dari pelaku bisnis. Masyarakat adalah pasar.

Sebuah keharusan bagi sebuah bisnis untuk terus mengingatkan para calon pembelinya, tentang, produk, layanan, atau bahkan sekedar nama dari bisnis tersebut. Hal itu harus dilakukan dengan cara apapun. Di zaman dulu, tindakan yang dilakukan dengan mengirimkan salesman/sales woman langsung ke rumah atau dimanapun calon pembeli berada.

Sekarang, karena para calon pembeli menggunakan perangkat digital dan internet, maka cara terbaik adalah dengan menggunakan alat yang sama untuk melakukan pendekatan.

Itulah alasan digital marketing begitu penting dan wajib dilakukan oleh para pelaku bisnis di zaman sekarang. Karena dengan cara itu, mereka bisa terus mendekati pasar dan mempromosikan produk atau layanan yang mereka jual.

Tanpa menggunakannya dan hanya mengandalkan pemasaran secara tradisional, sangat mungkin sebuah bisnis tidak akan bertahan. Perubahan yang begitu pesat akan membuatnya semakin jauh dari pasar dimana calon pembeli atau pengguna jasa berada.

Keuntungan Menggunakan Digital Marketing

Mengabaikan penggunaan teknik digital marketing dalam bisnis dewasa ini juga menyebabkan sebuah bisnis akan mengalami “kerugian”. Kerugian karena tidak bisa memanfaatkan berbagai manfaat yang bisa didapatkan dari kegiatan digital marketing.

Pemasaran digital memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan pola pemasaran tradisionl, seperti

1/ Jangkauan yang lebih luas

Internet tidak memiliki batas. Oleh karena itu, digital marketing pun tidak memiliki batasan.

Seorang penjual di Jakarta, bisa saja menarik pelanggan dari belahan dunia lain, seperti Cina atau bahkan Inggris jika ia membuka toko online-nya di internet.

Hal itu dimungkinkan karena dengan internet, siapapun dapat berkunjung kemanapun tanpa terikat batas.

Melakukan pemasaran secara digital, tentunya juga memberikan kesempatan untuk menjangkau calon pembeli yang berada di belahan dunia lain.

2/ Biaya pemasaran lebih murah

Bisa bayangkan ongkos yang harus dikeluarkan untuk mengirimkan sebuah tim salesman ke Inggris untuk memasarkan sebuah produk? Tiket pesawat, akomodasi, dan uang makan yang dihabiskan akan sangat besar. Padahal, hasilnya belum tentu sesuai dengan pengeluaran.

Namun, hal itu bisa dipersingkat jika sebuah bisnis mempunyai website dalam Bahasa Inggris dan memamerkan produk di internet. Tambahkan dengan melakukan email marketing ke klien potensial dan optimasi pada kontennya. Maka, hasil yang didapat dengan mengirimkan tim pemasar bisa digantikan dengan keberadaan website dan cara pemasaraan seperti itu.

Hasilnya bukan saja bisa sama, bahkan melebihi pun bisa.

Dalam hal biaya, jumlah yang dikeluarkan tentu tidak akan sebesar memberangkatkan tim ke negara calon pembeli.

3/ Evaluasi strategi berdasarkan data

Kelebihan digital marketing lainnya adalah tindakannya dapat dikoreksi dan disesuaikan berdasarkan data.

Pengunjung yang datang ke sebuah toko online atau akun media sosial akan terekam oleh sistem. Tindakan yang dilakukannya saat berada di situs online pun tidak akan luput dari mesin yang akan mencatatnya.

Rekaman dan catatan seperti ini akan menyajikan data kepada pelaku pemasaran, seperti Instagram bisnis yang menyediakan fitur insight. Fitur ini akan menampilkan data aktivitas yang terjadi pada satu akun Instagram, termasuk jumlah kunjungan, jam kunjungan, dan banyak hal lainnya.

Data ini bisa dianalisa untuk menentukan apakah pemasaran yang dilakukan sudah benar-benar mengenai sasaran atau belum. Bila ternyata belum, maka tindakan koreksi akan dilakukan , baik dengan melakukan perubahan pada cara beriklan, bahasa, atau tampilan visualnya.

Hal seperti ini akan sulit dilakukan dalam pemasaran secara tradisional.

4/ Penargetan pasar yang sesuai

Bila sebuah produk dibuat berdasarkan ide untuk generasi muda, maka dengan digital marketing, pemasarannya bisa dilakukan dengan

• Menggunakan platform yang banyak digunakan oleh generasi muda, seperti Instagram (dan bukan Facebook)
• Isi konten pun bisa dibuat dengan gaya dan style para pemuda
• Gaya Bahasa yang dipakaipun tidak akan menggunakan gaya tahun 1970-an karena tidak sesuai

Keluwesan digital marketing ini sangat membantu agar promosi yang dilakukan akan sesuai dengan pasar yang ditargetkan. Pemasaran yang dilakukan tidak lagi sekedar “yang penting terlihat”, tetapi sudah sejak awal ditujukan pada segmen pasar yang dituju.

5/ Meningkatkan brand awareness

Dengan jangkauan yang hampir tidak ada batas, digital marketing sangat memudahkan untuk memperkenalkan sebuah brand kepada masyarakat.

Selama orang masih menggunakan smartphone dengan internet, artinya orang itu bisa menjadi sasaran untuk memperkenalkan sebuah brand atau merk atau produk.

Tambahkan dengan rutinitas, maka kemungkinan orang tersebut ingat akan nama sebuah produk, atau logo, akan membesar.

Bukan hanya perusahaan besar yang bisa melakukannya, UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) pun bisa melakukannya.

Hal ini membedakan dengan pemasaran tradisional dimana biaya untuk meningkatkan brand awareness sangat besar dan tidak semua orang bisa dijangkau.

Jenis-jenis digital marketing

Banyak sekali bentuk digital marketing karena selama menggunakan perangkat digital dan internet, sebuah aktivitas promosi atau pemasaran akan dianggap masuk ke dalamnya. Oleh karena itu untuk memudahkan mengingatnya, secara teori, jenis pemasaran digital dapat dibagi menjadi

Berdasarkan channel/media

Owned (Media) Digital Marketing

Digital marketing jenis ini mempergunakan media atau saluran yang dimiliki oleh pelakunya. Bentuknya bisa berupa website ataupun akun media sosial tersendiri dan dikelola oleh brand atau bisnis yang memilikinya

Sebagai contoh dari pemasaran melalui csaluran ini ini adalah website perusahaan atau akun bisnis di Instagram, Facebook, atau media sosial lainnya.

Earned (Media) Digital Marketing

Digital marketing tipe ini bukan merupakan usaha dari pelakunya, tetapi didapatkan (earned) dari pihak luar. Bentuknya bisa berupa ulasan, review, atau testimoni dari pihak luar yang pernah menggunakan jasa atau produk sebuah brand.

Sebagai contoh kategori ini adalah ulasan di Zomato tentang kuliner yang diberikan masyarakat yang pernah mencoba produk kuliner di sebuah tempat. Mereka tidak dibayar untuk melakukannya dan platform yang dipergunakan tidak dimiliki oleh pemilik usaha.

Paid (Media) Digital Marketing

Paid berarti berbayar. Pemasaran tipe ini dilakukan dengan membayar kepada empunya sebuah platform untuk menayangkan iklan atau mempromosikan produk atau jasa sebuah brand. Intinya sama dengan iklan televisi, tetapi dalam hal ini dilakukan melalui berbagai platform digital. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan Google Ads, sponsored post dan content placement di blog, dan masih banyak lagi lainnya.

Berdasarkan platform yang digunakan

Web based digital marketing

Web based digital marketing pada dasarnya adalah pemasaran yang menggunakan website sebagai sarana atau medianya. Sebagai contoh, sebuah toko online berbasis website, sebuah perusahaan yang memiliki website perusahaan untuk memperlihatkan produknya, semua itu adalah bentuk dari web based marketing.

Promosi lewat media sosial, seperti Facebook atau Instagram pun bisa dimasukkan ke dalam web based digital marketing karena keduanya dan banyak medsos lainnya juga memiliki website selain berbentuk aplikasi di smartphone

App based digital marketing

App based digital marketing adalah pemasaran yang dilakukan via aplikasi pada gawai. Contoh dari yang satu ini adalah memajang produk di akun Instagram melalui smartphone.

Contoh lainnya, pernah melihat in-app ads, yang artinya iklan di dalam aplikasi. Seorang yang mendownload secara gratis dan menggunakan aplikasi tersebut kemudian disuguhi iklan saat aplikasi digunakan. Peristiwa seperti ini adalah bentuk dari app based digital marketing

Berdasarkan strategi yang diterapkan

SEO – Search Engine Optimization

Setiap harinya, pencari informasi akan memanfaatkan mesin pencari, seperti Google, Bing, Yahoo, untuk menemukan informasi terkait banyak hal.

Dengan menggunakan SEO, sebuah konten bisa dimaksimalkan agar mendapat tempat yang membuatnya pasti akan diklik oleh pencari informasi. Caranya adalah dengan menyesuaikan penempatan kata kunci dan berbagai aspek dalam sebuah konten agar mudah ditemukan oleh mesin pencari.

Semakin baik penggunaan SEO akan membuat sebuah website mendapat prioritas dari mesin pencari ditampilkan pada posisi yang mudah ditemukan, yaitu halaman pertama SERP (Search Engine Result Pages – Halaman Hasil Pencarian)

SEM – Search Engine Marketing

Strategi ini menggunakan periklanan berbayar yang disediakan oleh mesin pencari, seperti Google. Dengan membayar kepada pengelola mesin pencari, sebuah iklan yang berkaitan dengan kata kunci tertentu akan ditempatkan pada posisi yang mudah ditemukan di halaman SERP oleh pencari informasi.


Sebagai contoh, Google, bagi iklan berbayar, maka pada hasil pencarian akan ada tulisan “ads” saat hasil pencarian ditampilkan. Ini adalah bentuk dari Search Engine Marketing.

SMM – Social Media Marketing

Social media marketing, pemasaran melalui media sosial adalah praktek menggunakan platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, Twitter (X), Tittok dan lainnya untuk melakukan kegiatan pemasaran, baik mempromosikan bisnis atau produk.

Tindakan yang dilakukan bisa saja untuk berhubungan dengan pelanggan yang sudah ada atau calon pembeli.

SMO – Social Media Optimization

Social media optimization biasanya digunakan untuk pemasaran tidak langsung. Pengguna strategi ini akan berusaha menerbitkan konten unik untuk menarik para pengguna medsos lainnya dengan berbagai cara.

Pemirsa-pemirsa konten ini akan diarahkan untuk menuju website yang dikelolanya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut atau melakukan pembelian.

Umumnya social media optimization juga dipergunakan untuk melakukan branding dan menanamkan citra bagi sebuah produk atau brand.

SMA – Social Media Advertising

Pemasaran dengan menggunakan cara ini dilakukan dengan menayangkan iklan di halaman beranda para pengguna sebuah media sosial. Iklan yang ditampilkan umumnya akan relevan dengan minat seorang pengguna.

Pemasang iklan harus membayar kepada pemilik platform agar iklannya dapat muncul di beranda pengguna lainnya.

Digital Advertising : Display Ads, Video Ads, Social Media Ads, Search Ads, Native Ads

Pemasaran yang dilakukan dengan menggunakan periklanan di berbagai platform digital. Social media advertising atau Search Engine Marketing masuk ke dalam kategori ini.

• Affiliate Marketing

Afiliasi adalah bentuk pemasaran yang memberikan kesempatan kepada pihak luar untuk ikut dalam kegiatan promosi/pemasaran yang dilakukan. Imbalannya berupa persentase dari hasil penjualan.

Pemasaran jenis ini akan menghadirkan pihak ketiga, selain pembeli atau penjual, yaitu agen/makelar.

Salah satu media sosial yang menyediakan peluang untuk afiliasi adalah Tiktok.

Email Marketing

Pemasaran jenis yang satu ini pada dasarnya termasuk dalam direct marketing (pemasaran secara langsung) dimana penyedia jasa atau produk akan menghubungi calon pembeli secara langsung. Bedanya adalah dalam email marketing sarana yang dipergunakan adalah surat elektronik atau email.

Pelaku pemasaran ini akan memiliki database berisi daftar alamat email dan kemudian mengirimkan email berisi penawaran, portofolio atau brosur untuk mengundang pihak penerima email membeli atau menggunakan jasa.

Content Marketing

Content marketing atau pemasaran konten umumnya tidak mempromosikan produk atau jasa. Sesuai dengan namanya, maka yang menjadi bahan promosi adalah konten atau isi dari sebuah website atau akun.

Pelaku dari pemasaran ini umumnya adalah blogger, Instagramer, Influencer, dan profesi yang memerlukan dan berfokus pada kepopuleran.

Sasaran dari content marketing adalah jumlah follower/pengikut yang besar karena artinya mereka memiliki khalayak yang luas. Pada akhirnya, khalayak itulah yang kemudian dijual bagi mereka yang membutuhkan eksposur dari orang banyak.

Untuk itulah kalangan influencer ini kerap mempromosikan konten-konten buatannya dengan berbagai cara.

Jenis kontennya sendiri bisa beragam, seperti tulisan, video, podcast, dan lainnya.

Video Marketing

Masyarakat pemirsa belakangan lebih menyukai penggunaan media audio visual, seperti video untuk dikonsumsi. Alasannya beragam, tetapi salah satunya adalah karena video lebih bersifat dinamis dibandingkan teks atau sekedar foto. Juga, video bisa memberikan penggambaran lebih baik.

Kecenderungan ini dimanfaatkan oleh para pelaku pemasaran untuk memanfaatkan medium video. Mereka menyelipkan konten tentang produk atau brand ke dalam videonya.

Video pun kerap dipergunakan untuk mengedukasi khalayak tentang manfaat atau kelebihan dari menggunakan sebuah brand atau produk.

Contoh-contoh dari penggunaan video marketing bisa ditemukan di platform berbagi video, seperti Youtube atau Vimeo.

Mobile Marketing

Sesuai dengan namanya, mobile (bergerak), strategi pemasaran yang satu ini akan memanfaatkan media perangkat mobile, seperti smartphone, tablet, atau banyak lagi lainnya.

Mengingat pemakaian gawai yang sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia dewasa ini, strategi yang satu ini memiliki pasar yang sangat luas.

Teknik pemasarannya sendiri beragam, mulai dari social media advertising, social media optimization, atau in-app advertising. Untuk yang terakhir, pengguna gawai yang menginstall sebuah aplikasi akan disuguhi dengan tayangan iklan.

Marketplace Optimization

Strategi yang satu ini pada dasarnya sama dengan SEO atau Search Engine Optimization. Bedanya terletak pada jangkauannya.

SEO akan dilakukan pada mesin pencari, sedangkan marketplace optimization dilakukan pada dunia yang lebih terbatas, yaitu marketplace, seperti Tokopedia, Lazada, Shopee, dan sebagainya.

Sebuah marketplace biasanya akan memiliki algoritma sendiri yang akan menyuguhi para pencari produk untuk menemukan barang yang mereka inginkan di sesuai dengan minat.

Para pemilik produk bisa melakukan optimasi pada judul, atau deskripsi barang agar algoritma tersebut mudah menemukan dan kemudian menampilkan produk mereka di layar gadget pengguna.

Push and Pull Marketing

Push marketing adalah strategi untuk “memasukkan” produk ke dalam sebuah “pasar”. Teknik ini disebut juga dengan direct marketing. Pemasar akan mencoba untuk menghubungi langsung calon pembeli dengan berbagai cara untuk memperkenalkan produk atau jasa yang ditawarkannya.

Contoh dari strategi ini adalah dengan melakukan email marketing, promosi dengan brosur, atau pemakaian tenaga salesman/SPG untuk menawarkan produk.

Pull marketing adalah kebalikan dari push marketing. Strategi ini adalah menarik khalayak untuk datang melihat produknya. Intinya, calon pembeli/pengguna jasa akan dibuat tertarik kepada suatu hal sehingga mereka terdorong untuk bertanya lebih lanjut dan mencari informasi terkait produk tersebut.

Content marketing dan social media optimization merupakan dua cara yang masuk dalam pull marketing. Mereka yang menerapkan strategi ini akan membuat konten yang unik dan menarik agar orang terdorong untuk mencari tahu lebih lanjut dengan mengunjungi website atau bahkan kantor dari penyedia produk.

Istilah digital marketing pada dasarnya adalah pemasaran, tidak berbeda dengan yang sudah dilakukan sejak berabad-abad. Namun, platform yang dipergunakan dan menjadi ajang perebutan adalah dunia maya, internet.

Konsep digital marketing sendiri masih akan terus berkembang seiring dengan inovasi dan kemajuan dari teknologi. Tidak heran di masa depan akan hadir istilah AI (Artificial Intelligent Marketing) karena tingkat kepopulerannya yang terus meningkat.

Bagi Anda, yang mengelola bisnis, tentunya harus memahami dan wajib melakukan digital marketing. Tentu saja, Anda tidak perlu melakukan dan menerapkan semua yang dijelaskan di atas, tetapi Anda bisa memilih pemasaran digital yang mana yang paling cocok sesuai dengan produk/jasa dan segmen pasar yang hendak dituju.

Kira-kira, dari berbagai jenis digital marketing di atas, teknik mana yang paling Anda sukai atau sesuai dengan bisnis Anda? Bisa berbagi dengan kami?

Kalau Anda butuh bantuan, Tim Lb Digital bisa memberikan saran dan bantuan untuk menentukan jenis digital marketing yang sesuai dengan kebutuhan.

Leave a Comment