Mayoritas pengusaha barangkali akrab dengan yang namanya branding. Tapi, nyaris sedikit yang benar-benar mengetahui kegunaannya untuk bisnis. Nah, kali ini kita akan mengupas tuntas tentang definisi dan fungsi branding yang masih belum diketahui banyak orang.
Selain itu, kita juga bakal mengetahui pentingnya social media (khususnya Facebook, Instagram, dan TikTok) dalam membangun branding suatu bisnis. Simak penjelasannya sampai akhir, ya.
Apa Pengertian Branding?
Banyak orang salah kaprah menganggap branding sama dengan marketing. Sayangnya, pendapat tersebut keliru besar, ibaratnya menyuruh mahasiswa teknik mesin mengerjakan ujian fisika dengan benar.
Menurut eks pimpinan Hyundai Card, Chung Tae-young, kegiatan branding adalah pondasi yang mendasari strategi marketing dengan cara mencantumkan persona pada suatu produk.
Lebih spesifiknya lagi, branding menekankan pada manajemen persona, kepribadian, filosofi, tujuan, dan arah yang dianut oleh sebuah perusahaan dan juga produk-produknya. Makanya, sebelum target marketing tercapai, branding harus ada lebih dulu.
Katakanlah ada suatu brand alat makan yang laris manis di pasaran. Kemudian, brand tadi mengadakan survei untuk mengetahui gambaran di benak konsumen soal alat makan yang dijajakan.
Nah, hasil surveinya sendiri menunjukkan pembeli mengaitkan merek itu dengan faktor-faktor yang cenderung menonjolkan ciri-ciri fisik. Misalnya, desain aesthetic atau kualitas bahan premium.
Berdasarkan analisis ini, perusahaan itu pun melancarkan strategi pemasaran lanjutan. Hanya saja, jika abai mencermati lebih jauh, perusahaan ini justru sekadar memamerkan apa yang terlihat dari luar.
Jadi, seandainya kompetitor menjual produk yang lebih eye catching, perusahaan yang bersangkutan sudah pasti berpotensi merugi.
“Branding bukan hanya sekadar menyoroti atribut eksternal suatu produk. Sebaliknya, branding juga mencakup mengembangkan persona atau identitas yang menyentuh sisi emosional konsumen.”
Dengan begitu, branding yang pas buat contoh produk-produk merek di atas kira-kira begini: “teman bersantap yang ramah lingkungan, selalu ada di setiap momen hangat keluarga”.Dari contoh ini, konsumen bakal langsung mengingat alat makan dan brand tersebut berdasarkan aspek emosional yang melekat, alih-alih wujud fisiknya saja.
Apa Fungsi Branding bagi Suatu Bisnis?
Apa fungsi branding? Mengapa ia begitu penting untuk bisnis?
Sebenarnya, ada empat fungsi utama dari kegiatan branding. Bukan berarti kegunaannya terbatas pada empat hal ini saja, tapi poin-poin berikut adalah dasar yang mesti kamu pahami.
Apa saja?
1. Meningkatkan Brand Awareness
Alasan utama kenapa branding itu penting adalah demi menumbuhkan kesadaran merek. Dengan memupuk brand awareness, kamu bisa lebih gampang memenangkan kepercayaan dan loyalitas konsumen. Bahkan cukup dengan membangun brand recognition yang baik, efeknya sudah dapat dirasakan.
Pertama-tama, kepercayaan menggiring konsumen supaya menyadari kualitas merek dan kemudian memutuskan untuk membeli. Sementara itu, loyalitas mengarah pada transaksi berulang tiap kali produk baru diluncurkan.
Meski upaya marketing juga berdampak, tetapi promosi dari mulut ke mulut yang menjalar secara otomatis di kalangan konsumen pun tidak kalah mujarab. Dengan begitu, biaya iklan bisa ditekan, yang pada akhirnya turut mendongkrak besaran laba.
2. Menekan Biaya Marketing
Bicara soal menekan biaya iklan, ada satu contoh menarik nih. Seongsimdang adalah gerai toko roti lokal di Daejeon, Korea Selatan. Pada tahun 2021, merek ini menggelontorkan sekitar Rp2,1 miliar untuk beriklan.
Tapi berkat branding yang kuat, toko roti tersebut berhasil mencatatkan rekor penjualan 14 kali lebih tinggi daripada Paris Baguette kendati minim iklan. Sebaliknya, Paris Baguette, yang notabene brand global, dilaporkan membelanjakan Rp1,4 triliun untuk promosi domestik di tahun yang sama.⁽¹⁾
Ketika melakukan audit untuk memangkas pengeluaran, yang mula-mula dipotong biasanya adalah gaji karyawan. Tapi, strategi jangka pendek ini sebetulnya tidak cukup efektif.
Sebaliknya, perusahaan mesti membidik kenaikan omzet dengan mengatur biaya secara strategis, seperti memotong pengeluaran untuk iklan, supaya bisa terus profitable.
Atas dasar ini pula branding yang kuat jadi hal mutlak kalau mau menghindari buang-buang uang demi promosi, sebagaimana Seongsimdang yang berhasil cuan besar dari biaya marketing kecil.
3. Melipatgandakan Nilai Bisnis
Fungsi branding dalam suatu bisnis selanjutnya yakni menambah nilai perusahaan.
Bayangkan seandainya nilai suatu bisnis melejit dua, tiga, atau bahkan sepuluh kali lipat cuma gara-gara satu aset: merek. Wah, tak ayal hal ini akan menarik perhatian serius para investor sekaligus menjadi momentum untuk pertumbuhan jangka panjang.
Yang dimaksud branding sederhananya adalah bahwa merek tersebut selain unggul di pasar juga menonjol di tengah persaingan ketat antara pelaku usaha serupa.
Kemudian, bila bisnismu dipandang sebagai pemain top, mustahil ada karyawan yang tak bangga jadi bagian dari perusahaanmu. Jadi, rasa hormat di antara karyawan mengikuti dengan sendirinya di belakang kesuksesan perusahaan.
Rasa hormat ini ikut andil dalam memupuk citra merek dan pastinya meningkatkan brand awareness pula.
4. Memupuk Loyalitas Pelanggan
Sekali lagi, branding adalah inti dari strategi marketing. Makanya, branding sangat menentukan keberhasilan bisnis dan produk yang ditawarkan. Branding menciptakan kepercayaan konsumen, membentuk opini positif tentang merek, dan memicu minat beli mereka.⁽²⁾
Terlebih lagi, branding yang kuat memudahkan sebuah bisnis untuk melebarkan sayap di segmen yang telah ada atau menembus pasar baru. Pasalnya, brand yang sudah mapan bakal lebih gampang menggaet konsumen, lebih cepat memperoleh trust, dan lebih kompetitif dengan brand sejenis di luar sana.Akhirnya, branding yang kuat akan meningkatkan loyalitas pelanggan. Sederhananya, pelanggan akan sulit untuk pindah ke lain hati.
Membangun Branding melalui Konten Sosial Media, Apakah Harus?
Sumber: LB Digital
Apa satu kesamaan di antara berbagai brand terkenal saat ini? Yups, online presence yang mencolok. Jadi, eksistensi sebuah merek sangat erat kaitannya dengan kehadiran di era digital. Apalagi, kesuksesan suatu brand tidak jarang berawal dari membangun branding yang kuat.
Mana yang bakal kamu pilih: pergi ke dokter gigi yang ngiklan melulu atau ke dokter gigi yang posting konten berkualitas? Kalau dihadapkan pada situasi ini, sepertinya kamu bakal memilih dokter gigi yang kedua. Kesannya lebih meyakinkan, ya kan?
Jadi, lebih disarankan agar fokus pada substansi daripada semata-mata menggenjot visibilitas. Branding yang efektif sejatinya ialah branding yang dirancang sedemikian rupa supaya persona brand lebih menonjol melalui konten.
Studi membuktikan jika social media branding berdampak langsung pada penjualan sebuah merek.⁽³⁾ Bisnis yang aktif di media sosial (apalagi Facebook, TikTok, dan Instagram) mencapai angka penjualan yang cukup tinggi. Di samping itu, reputasi merek yang positif di media sosial juga mempengaruhi keputusan beli konsumen.
Nah, berdasarkan temuan ini, jelas kalau promosi lewat media sosial bukan sekadar tren tapi wajib hukumnya.
Namun, membangun branding yang berkesan lewat konten butuh persiapan matang. Kalau bingung, biar kami bantu dengan layanan yang bersifat personal, karena LB Digital percaya: Your story matters.Hubungi kami untuk tanya-tanya lebih banyak soal fungsi branding atau ngobrol santai seputar persona brand kamu sebelum mulai menciptakan konten yang “bisnis kamu banget”. With LB Digital, here’s a journey to spread your stories.